Wednesday, March 23, 2005

inginku

melalui apa yang kita punya
jelas yang aku punya
kutunggu nafasmu ke arah mana
semoga terus saja menjelmayakin yang sama
atas kesenyapan yang berulang datang
membawa warna yang kadang menerangi kadang menggelapkan
yang kubutuh
terang cahaya punyamu

puisi untukmu

kau adalah apa yang untuknya aku gelapkan waktuku
untuk dengarkan nafasmu
untuk letihkan aku dalam butiran kata yang mengelukanmu apa adanya
hangat adanya

menuliskannya

aksara merunut merangkai menari-nari
cukupkah di kalbuku saja
mungkin tanah juga ingin mendengarnya
ku tahu aliran darahku mendesahkan namamu
berulang-ulang
dalam syahdu dalam rindu
bergumul meliputiku
telanjang bersamamu
di kisaran arus
aksara.